Hal Unik Yang Hanya Bisa Ditemui di Bali

Hal Unik yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Bali

Setiap kota memiliki daya tariknya masing-masing. Begitu juga dengan Bali, yang di incar banyak orang sebagai destinasi wisata, menyimpan segudang keunikan. Berikut ini kami merangkum Hal Unik yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Bali. Semoga bisa menjadi referensi yang lengkap saat kamu ke Bali!

1. Menonton Festival Ciuman Massal di Banjar Kaja Sesetan, Denpasar

Tradisi ciuman massal atau lebih di kenal dengan nama Omed-omedan, di langsungkan sehari setelah perayaan Nyepi oleh warga Banjar Kaja Desa Sesetan, Denpasar.

Pasangan pemuda-pemudi setempat akan bergiliran untuk maju untuk berciuman dan warga lain akan mencoba untuk menarik dan mendorong, kemudian akan ada tetua desa yang datang untuk mengguyur mereka dengan air sampai basah kuyub. Ritual ini  di yakini warga setempat dapat menghalangi desa mereka dari terserang wabah penyakit.

Pemuda Pemudi sedang mengikuti Festival Omed-omedan di Sesetan

Photo credit: IG @tourismphotographer

2. Uniknya Ritual Kesurupan Massal di Pura Petilan Kesiman, Denpasar

Ritual Pengrebongan yang diadakan di Pura Petilan Kesiman, 8 hari setelah perayaan Kuningan, terbilang unik, karena selama prosesi banyak Penyungsung Pura (Umat Hindu) yang mengalami kesurupan. Pada saat bersamaan puluhan orang mengalami trance dan tiba-tiba berteriak histeris, menari, serta menusukan keris ke dada, uniknya mereka tidak terluka sedikit pun.

Terlihat seorang pemuda menusukan keris ke lehernya saat kesurupan pada saat Ritual Pengrebongan di Pura Dalem Petilan Kesiman

Photo credit: huffingtonpost.com

3. Menonton Orang-orang Berkelahi Menggunakan Daun Pandan Berduri di Desa Tenganan

Setiap satu tahun sekali, kamu bisa menyaksikan serunya ritual suci perkelahian antar pemuda di Desa Tenganan menggunakan daun pandan berduri, atau lebih di kenal dengan nama Perang Pandan. Ritual ini diadakan sebagai wujud penghormatan kepada Dewa Indra, yaitu dewa Perang yang paling mereka segani. Layaknya perang di zaman kerajaan, mereka juga memakai tameng yang terbuat dari anyaman bambu.

Dua Pemuda beradu ketangkasan dalam berperang menggunakan daun pandan

Photo credit: IG @madenagi

4. Melihat Mayat-mayat Tergeletak di Atas Tanah di Desa Trunyan, Kintamani

Warga di Desa Trunyan, Kintamani memiliki tradisi pemakaman yang unik, di mana mereka tidak mengubur ataupun membakar mayat (ngaben) ala umat Hindu Bali pada umumnya. Mayat hanya diletakan begitu saja di atas tanah yang dikelilingi oleh pohon Taru Menyan. Anehnya, mayat-mayat di sana tidak menimbulkan bau. Konon harum pohon Taru Menyan lah yang menetralisir bau anyir mayat-mayat di sana.

5. Tersedot dalam Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau disebut Hari Pengrupukan, warga Hindu Bali akan mengarak patung-patung raksasa berwajah seram alias Ogoh-ogoh, mengelilingi desa dan ruas-ruas jalan kota. Ogoh-ogoh tersebut merupakan representasi dari karakter Bhuta Kala atau raksasa jahat. Meski begitu, tak jarang pula kita akan menemukan bentuk-bentuk kreasi Ogoh-ogoh yang “nyentrik”, misalnya karakter kartun yang seolah-olah dibuat seram.

Ogoh-ogoh Raksasa Diarak saat Hari Pengrupukan Nyepi di depan Istana Ubud

Photo credit: IG @_reebok_

6. Nikmatnya Sehari Nyepi di Bali, Super Hening Tanpa Polusi

Hanya di Bali, seluruh aktivitas berhenti total untuk satu hari demi memperingati Hari Raya Nyepi. Umat Hindu dilarang untuk bekerja, pantang untuk berpergian maupun bersenang-senang, dan dilarang menyalakan api dan lampu. Alhasil jalanan pun sepi saat Nyepi. Kamu dapat menikmati udara segar tanpa polusi dan langit malam berkelap bintang hanya di hari Nyepi.

Jalanan di Bali sepi saat Nyepi, terlihat hanya seorang pecalang yang menjaga agar tidak ada orang keluar berkeliaran di luar rumah

Photo credit: kompasiana.com

 7. Hari Galungan Di Mana Bali Dihiasi Ribuan Penjor

Pada Hari Raya Galungan, pasti kamu akan bertanya-tanya mengapa di setiap ruas jalan, rumah penduduk, dan bangunan perkantoran di pasangi bambu-bambu melengkung yang penuh dengan hiasan alias Penjor. Penjor dimaknai sebagai ungkapan rasa terima kasih manusia atas kesejahteraan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Maka tak heran jika bahan-bahan yang digunakan untuk menghias penjor berasal dari hasil pertanian.

Penjor berjejer di depan rumah warga saat Galungan
Tags from the story
, , ,
Written By
More from Yoga Agus

BAJU PENGANTIN PALING ANEH DI DUNIA

Pernikahan menjadi momen bahagia dari pria dan wanita yang tentunya juga menjadi...
Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *